Kamis, 29 November 2012

PELUANG USAHA BUDIDAYA IKAN CUPANG

Siapa yang tidak kenal jenis ikan yang satu ini, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ikan Cupang jantan memiliki ekor yang menarik, dengan warna-warni yang indah oleh karena itu jenis ikan cupang digolongkan ke dalam ikan hias. Ikan cupang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Harga seekor ikan cupang hias berumur 3 bulan berkisar antara Rp 5.000-50.000, bahkan ikan cupang hias yang berkualitas dapat dihargai ratusan hingga jutaan rupiah, khusus ikan cupang hias yang telah memenangkan kontes cupang harganya akan meningkat tajam. Penggemar cupang tergolong banyak, bahkan hingga sudah mendunia. Para peternak cupang di Indonesia sering mengekspor ikan cupangnya ke berbagai negaradan nilai jual yang digunakan adalah dolar sangat menarik bukan! Hal tersebut merupakan peluang usaha yang menggiurkan bagi siapapun yang ingin membudidayakan ikan cupang ini.
Ikan cupang terkenal sebagai ikan petarung, namun sebenarnya ikan cupang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu cupang petarung dan cupang hias. Kedua jenis cupang ini memang suka bertarung jika kedua cupang jantan disatukan di dalam satu tempat. Ikan ini berasal dari wilayah Asia, terutama Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Indonesia. Ukurannya mungil, namun memiliki nilai eksotis yang tinggi, terutama ketika cupang melebarkan seluruh ekor dan siripnya.
TEKNIK BUDI DAYA IKAN CUPANG
Jenis Ikan cupang ini tergolong ikan hias air tawar. Ikan ini termasuk ikan yang memiliki labirin dan memiliki sifat agresif terhadap ikan cupang lainnya, namun bersifat toleran terhadap ikan jenis lain. Ikan cupang termasuk ikan yang mudah beradaptasi terhadap lingkungan sekitar sehingga mudah untuk dibudidayakan. Adapun tahapan dalam budi daya ikan cupang, antara lain:
A. PERSIAPAN KOLAM  IKAN
Karena jenis ikan ini tergolong berukuran kecil, pembuatan kolam cupang tidak memerlukan area yang luas, cukup menggunakan kolam bak. Ukuran luas kolam sekitar 2-4 m2 atau dapat pula menggunakan ember sebagai kolam pemeliharaan. Dalam budidaya ikan cupang , diperlukan beberapa jenis kolam, yaitu:
a. Kolam pematangan gonad
Jenis kolam pertama yag perlu dipersiapakan adalah kolam pematangan gonad. Keuntungan pemeliharaan ikan jenis ini adalah ukuran kolam ini tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan dapat juga menggunakan botol air mineral ukuran 1 liter. Jika tersedia dana maka dapat menggunakan akuarium kecil. Karena kolam ini hanya berisi 1 ekor cupang maka membutuhkan banyak wadah untuk menyimpan cupang tersebut. Jika Anda memiliki 20 ekor induk cupang maka Anda harus menyediakan 20 buah kolam pematangan gonad. Kolam yang biasa digunakan oleh para petani cupang adalah botol air mineral ukuran 1 liter atau ada juga yang menggunakan akuarium ukuran kecil. Kolam ini berfungsi untuk memelihara induk jantan dan induk betina hingga siap kawin/matang gonad.
b. Kolam pemijahan
Jenis kolam berikut adalah Kolam dengan fungsi untuk memijahkan induk jantan dengan induk betina. Ukuran dari kolam ini tidak terlalu luas. Apabila ingin menghemat biaya dapat menggunakan ember kecil atau stoples kue.
c. Kolam pembesaran/pemeliharaan
Kolam yang ketiga adalah kolam pembesaran/pemeliharaan Kolam pembesaran berfungsi untuk membesarkan burayak/benih cupang hingga siap panen. Kolam ini sebaiknya berupa kolam semen karena kolam semen lebih mudah menghasilkan pakan alami berupa plankton atau lumut. Kolam sebaiknya berada di tempat yang mendapatkan sinar matahari langsung agar proses pertumbuhannya cepat. Ukuran ikan cupang yang relatif kecil tidak membutuhkan lahan yang luas untuk dijadikan kolam pembesaran. Luas dari kolam ini berkisar antara 1-2 m2. Ketika burayak/benih cupang sudah berumur 1,5 bulan maka sebaiknya dipindahkan ke dalam kolam pematangan gonad. Jika tetap disatukan di dalam kolam pembesaran maka ikan cupang tersebut akan saling bertarung, yang dapat mengakibatkan kecacatan atau kematian.
B. KUALITAS AIR
Faktor penting dalam bud idaya ikan cupang adalah kualitas air yang digunakan dalam budidaya. Kualitas air harus selalu terjaga kebersihannya dan terhindar dari zat-zat beracun, seperti amoniak, limbah pabrik, detergen, dan lain-lain. Ikan akan tumbuh optimal jika kualitas airnya baik.
Air pada kolam pematangan gonad sebaiknya diganti setiap 3 hari, serta ikan cupang direndam selama 1 jam dengan air yang telah dicampur garam dapur dan obat khusus cupang yang banyak dijual di pasar ikan dengan dosis secukupnya. Hal tersebut untuk menjaga ikan cupang dari serangan jamur atau penyakit lainnya.
Cara lain unntk menjaga kualitas air tetap baik adalah dengan cara memasukan eceng gondok dalam kolam pembesaran, yang berfungsi untuk menyerap racun di sekitar air tersebut dan sekaligus menjadi tempat berteduh bagi burayak/benih cupang. Jangan terlalu banyak memberikan eceng gondok karena eceng gondok dapat menyerap oksigen di dalam air. Eceng gondok yang terlalu banyak dapat menyebabkan kematian bagi burayak karena kekurangan kadar oksigen di dalam air.
C. PEMBERIAN PAKAN
Pemberian pakan untuk budi daya ikan cupang sangatlah mudah dan murah, karena dapat diperoleh dari alam, seperti jentik nyamuk, kutu air, dan cacing. Cara untuk menghasilkan jentik nyamuk yang banyak adalah dengan memasukkan kangkung kedalam sebuah wadah, kemudian masukan air dan diamkan selam kurang lebih 7 hari maka ratusan bahkan ribuan jentik nyamuk slap disantap oleh ikan cupang.
Pakan bagi burayak/benih cupang berupa Moina sp. atau kutu air yang disaring beberapa kali. Jika sulit mendapatkan pakan tersebut maka perlu dicoba dengan pelet yang sudah dihaluskan terlebih dahulu. Sebelum burayak dimasukkan ke dalam kolam pembesaran, sebaiknya kolam diberikan pupuk kandang atau pupuk hijau/dedaunan dan berikan pula eceng gondok. Setelah itu, beri air dan diamkan selam 7 hari hingga terlihat pakan alami berupa plankton, kutu air, dan lain-lain. Selanjutnya, barulah masukan burayak cupang ke kolam tersebut.
Uraian diatas telah menjelaskan bagaimana peluang  usaha budi daya ikan cupang , serta teknik budi daya ikan cupang berkaitan  dengan persiapan  kolam  serta pakan. Mengenai penyediaan bibit hingga pemanenan serta analisis usaha budi daya ikan  cupang  akan  dibahas  lebih lanjut dalam artikel selanjutnya.
read more »

Tips Membuat Kolam KOI

Kualitas air dalam kolam koi merupakan faktor penentu kesuksesan memelihara koi. Keindahan dan kesehatan koi sangat dipengaruhi oleh kondisi air dalam kolam koi. Kolam koi yang representatif meliputi syarat yang cukup bagi kehidupan koi dan keindahan jika dipandang. Beberapa penggemar koi ada yang tidak terlalu menghiraukan aspek kedua ini tetapi ada sebagian yang terlalu menekankan aspek keindahan tetapi melupakan syarat yang cukup kolam bagi koi. Koi merupakan ikan yang akan nampak indah jika dilihat dari bagian punggung bukan dari bagian samping.

Sebagian orang beranggapan bahwa agar dapat menikmati keindahan koi, mereka membuat kolam koi yang dangkal antara 30 cm sampai 50 cm saja, sehingga koi mudah dilihat, sebenarnya sah-sah saja anggapan ini, akan tetapi kolam yang dangkal akan membuat koi tidak bisa tumbuh dalam ukuran jumbo. Bila koi jumbo dipelihara pada kolam dangkal lambat laun akan membuat tubuh koi menjadi bengkok sehingga mengurangi keindahan. Solusinya adalah membuat kolam koi dengan kedalaman yang cukup tetapi air selalu bersih dan jernih sehingga meski kolam koi cukup dalam tetap dapat melihat koi meski berada di dasar kolam sekalipun.

Untuk dapat membuat kolam koi yang optimal ada dua hal yang perlu dipertimbangkan yang pertama adalah sumber oksigen yang cukup dan sistem filter yang baik.sebagaimana hewan lain, ikan koi memerlukan oksigen untuk bernafas dan cukup rentan dengan kondisi kolam yang mimim oksigen. Karena itu perlu supali oksigen yang cukup dalam kolam koi. Oksigen bisa dihasilkan dari pergerakan air kolam koi, misalnya dibuat dengan air terjun atau dilakukan penambahan aerator pada kolam koi. Sistem filter juga memegan peranan yang penting untuk menjaga kualitas air dalam kolam. Karena itu filter merupakan equipment wajib dalam membuat kolam koi. Sistem filter dalam kolam koi tidak cukup hanya menghasilkan air yang bersih dan jernih saja seperti halnya kolam renang dengan menambahkan chlorine misalnya. Bagi koi chlorine merupakan zat yang cukup berbahaya bagi kelangsungan hidupnya. Sistem filter dalam kolam koi juga harus menjamin kolam koi bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya. Maka sistem filter biologis menjadi pilihan dalam kolam koi.
Beberapa hal penting yang menjadi catatan sebelum membuat kolam koi

1. Lokasi kolam koi
lebih baik lokasi kolam koi adalah di dekat rumah,agar dapat menikmati keindahannya dan diberi makan paling tidak dua kali dalam sehari. Hindari membuat kolam koi dibawah pohon karena daun-daun bisa mengotori kolam dan hindari di tempat-tempat yang tidak aman dari hama dan orang tidak bertanggung jawab.

2. Membuat kolam koi lebih baik di bawah tanah, dengan cara menggali tanah. Karena keindahan koi adalah pada bagian punggungnya. Kolam koi seperti akuarium kurang memberikan pemandangan yang bagus bagi keindahan koi.

3. Sistem filter kolam koi yang baik

minimal 30 % - 40 % dari tonase kolam

4. Sumber oksigen bagi kolam koi

5. Ukuran kolam koi, lahan yang tersedia jangan dialokasikan semua untuk kolam koi tetapi sisakan 30% untuk ruang filter. Sesuaikan pula dengan jumlah ikan, ukuran ikan yang akan dipelihara. pikirkan baik-baik bila akan membangun kolam koi dengan ukuran besar karena dalam operasional akan memerlukan daya pompa yang besar dan biaya perawatan yang lebih besar pula.

6. Kedalaman kolam koi, idealnya kolam koi memiliki kedalaman 2 meter atau kalau tidak memungkinkan sekitar 1 meter dengan kedalaman ini suhu pada kolam koi antara siang dan malam tidak mengalami perbedaan yang mencolok. Perubahan suhu yang mencolok kurang baik bagi koi. Koi harus selalu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Kolam yang dalam cenderung membuat pertumbuhan koi lebih cepat dan membuat koi aman dan nyaman.

7. Bentuk kolam
pada dasarnya bentuk kolam adalah bebas sesuai selera, yang perlu menjadi catatan bentuk kolam jangan sampai ada bagian yang mati (death area), pastikan air selalu mengalir dari waterfall ke setiap penjuru kolam. Bagian kolam yang mati akan membuat bakteri dan gangang tumbuh dan berkembang di tempat tersebut.

8. Sudut dan dasar kolam
upayakan bagian pertemuan antar sisi kolam melengkung dan hindarkan sudut 90 derajat,untuk menghindarkan dari area mati. Bagian dasar kolam jangan dibuat rata, buat bagian paling tengah (botom drain) lebih dalam dan bagian tepi ke arah tengah miring 20 sampai 40 derajat. Kotoran ikan dan sisa-sisa makanan akan mengendap pada bagian dasar kolam dengan model miring akan membuat kotoran terkumpul dan mudah dibersihkan.


9. Jangan menaruh material dan benda tajam pada kolam koi,misalnya batuan sebagai hiasan, semen yang tidak halus pengaciannya. Gerakan koi terkadang sangat atraktif material ini bisa melukai dan membahayakan koi.

10. Pipa pralon untuk menambahkan air. air terjun, sistem filter, penguapan air akan mengurangi jumlah air dalam kolam, persiapkan pipa pralon untuk menambahkan air dengan mudah dari sumur atau pam.

11. Overflow, siapkan lubang pembuangan untuk mengantisipasi jika air meluap, misalnya karena hujan.

12. Bottom drain, lubang pembuangan pada bagian dasar kolam untuk membersihkan kolam.
read more »

Pupuk Dasar Organik Green Aquascape

Merupakan pupuk dasar organik yang diformulasikan khusus dan aman untuk Aquascape. Pupuk Dasar Organik (PDO) ini merupakan salah satu terobosan anak bangsa untuk solusi yang murah tapi sangat efektif.  Kami memakai PDO hampir untuk semua aquarium di toko maupun di tempat klien aquajaya.
Beberapa keunggulan PDO :
  • Bahan utama tanah gembur organik tanpa bau.
  • Kandungan makro mikro lengkap di uji sucofindo mengandung N2, P2O3, K2O, Carbon organic, SO4, Cloride, Fe, Cu, Mg, Ca, Zn, Co, Mo, dan B.
  • Dilengkapi bakteri starter sebagai pencegah anaerob dan juga menyehatkan fauna.
  • Dilengkapi dengan pupuk slow release untuk tanaman yang bersifat slow grower.
  • Kaya kandungan hormon dan antibiotik alami
Perkiraan pemakaian pupuk dasar organik tinggi pupuk 3cm an:
  • Tank panjang x lebar 60×30 cm ….2-3 kg
  • Tank panjang x lebar  90×45 cm ….4-5 kg
  • Tank panjang x lebar  120×45 cm…5-6 kg
  • Tank panjang x lebar 120×60 cm…7-10 kg
Contoh Efek dari PDO – Images courtesy of Koh Kim Kim Green Aquascape Bandung
pupuk dasar organik PDO2 300x225 Pupuk Dasar Organik Green Aquascape
read more »

JBL Aquabasis (Pupuk Dasar untuk Aquascape)

JBL Aquabasis


JBL AquaBasis merupakan pupuk dasar yang mengandung berbagai macam nutrisi penting serta unsur besi dan trace element yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Nutrisi ini diberikan dalam bentuk depot dan sepenuhnya dapat diakses dan tersedia bagi akar tanaman. JBL AquaBasis mempercepat proses rooting dan perkembangan akar yang lebih sehat dan kuat.
Cara Pakai :
1 Kantong (6kg) cukup untuk sebuah akuarium 200 liter (sekitar 120 x 45 x 40 cm). Gunakan lebih banyak untuk akuarium lebih besar. AquaBasis ditabur sekitar 2cm dari bawah aquarium.
fitur:
• Mengandung semua nutrisi penting seperti zat besi, mineral dan elemen.
• Tidak mengandung fosfat dan nitrat.
• Efektif untuk jangka waktu 3 tahun
Berat isi: 6 kg
read more »

Penyakit Ikan dan Penanganannya

Ancor Worm Disease (Penyakit Cacing Berbenruk Jangkar)

Adalah binatang air berkulit keras yang temasuk Antropoda yang menempelkan dirinya pada kulit ikan, dimana cacing ini menyerap cairan tubuh ikan. Parasit ini dapat dilihat sepanjang tahun, terutama pada air yang mempunyai suhu diatas 15o celcius. Nama lain yang lebih popular adalah Kutu Jarum.

1. G e j a l a :

o Sering meloncat di permukaan air

o Sering menempelkan tubuhkan pada dinding atau bagian bawah kolam

o Cacing penimbul parasit kira-kira 5-10mm yang menonjol pada tubuh

2. Cara Pengobatan :

o Menghilangkan secara manual dengan jalan mencabut satu persatu dengan memakai penjepit/pinset

o Untuk larva yang masih kecil, dapat dibasmi dengan menaburkan obat Masoten ke kolam koi, dengan ukuran 0.3-0.5 gram/1 ton air kolam. Jika sekali pengobatan belum tuntas, maka dapat diulang sampai 3 kali dengan interval waktu 1-2 minggu


Fishlice Disease (Penyakit Kutu Ikan)

Penyakit ini disebabkan oleh kutu air yang hidup di permukaan tubuh. Berbagai parasit yang panjangnya beberapa millimeter bergerak mengelilingi tubuh ikan. Parasit ini menimbulkan bintik-bintik merah di berbagai tempat dengan menghisap darah dan berbagai luka yang ditimbulkan ini mengarah kepada infeksi microbial sekunder.

1. G e j a l a :

o Koi memperlihatkan pola berenang yang tidak normal, seperti melompat ke atas permukaan air

o Menggosokkan tubuhnya pada samping dan bawah kolam

o Berkumpul di dekat permukaan air dengan ekor muncul di permukaan

2. Cara Pengobatan :

o Pemberian Demilin dengan dosis 1 gram/ton air kolam

o Pemberian Masoten dengan dosis 0.3-0.5 gram/ton air kolam

o Kedua cara tersebut dapat diulangi 2-3 kali dengan interval 1-2 minggu



Abrasion (Penyakit Disebabkan Gesekan)

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang timbul secara kebetulan pada saat pengangkutan yang tidak hati-hati atau pada saat penangkapan yang tidak hati-hati dengan jalan ikan.

1. G e j a l a :

o Kurangnya slime bisa mengurangi kemilau koi dan menimbukan bekas pada sirip dada dan sirip ekor yang terlihat keptihan

2. Cara Pengobatan :

o Berhati-hati pada saat penangkapan atau pengangkatan koi, untuk menghindari terjadinya luka pada badan koi

o Menambahkan obat furan di air yang dipakai untuk mengangkat koi. Ikan yang berumur kurang dari satu tahun sangat rawan akan gesekan dan temperature



MATSUKASA/PENECONE (Penyakit Berbentuk Kerucut)

Beberapa penyebab penyakit ini adalah infeksi bakteri seperti aeromonas dan tidak berfungsinya organ-organ internal.

1. G e j a l a :

o Sisik ikan terlihat berdiri pada ujungnya satu-persatu, yang disebabkan kumpulan cairan tubuh yang berlebihan di bagian bawah. Oleh karena itu “Matsukasa” dalah bahasa Jepang artinya Kerucut Cemara

2. Cara Pengobatan :

o Penyakit ini sangat sulit diobati, tetapi kemungkinan dapat diobati lewat mulut ikan, yaitu obat-obat jenis sulfa atau antibiotic



HOLE DISEASE (Penyakit Berbentuk Lubang)

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi ganda pada Aeromonas dan tempat-tempat lainnya.

1. G e j a l a :

o Pada awalnya, beberapa sisik terlihat berdiri pada ujungnya

o Ketika meningkat parah, sisik akan jatuh dan kulit local terkelupas, sehingga memperlihatkan daging bagian bawah, seperti lubang menganga

2. Cara Pengobatan :

o Pemberian Malachite Green dan Parazan, dengan cara mencampur 0.3 ppm/ton air

o Membersihkan bagian yang sakit dengan memoleskan Malachite Green

o Memberi makanan ikan yang dicampur dengan Parazan



white spot (Penyakit Bintik Putih)

Penyakit ini disebabkan oleh Parasitic Ciliates yang dinamakan Lehthyoplithitius

1. G e j a l a :

o Bintik-bintik kecil berwarna putih kurang dari 1 mm yang menempel di permukaan koi

o Koi yang terinfeksi menjadi tidak aktif dan mudah terkena infeksi sekunder

2. Cara Pengobatan :

o Pemberian garam 5 kg/ton air kolam

o Atau dengan pemberian temperature diatas 25o celcius (dengan heater)


CHOMAN

Sebagian orang berpendapat bahwa penyakit ini disebabkan karena pemberian makan yang berlebihan yang mengandung banyak lemak. Akan tetapi penyebab yang sebenarnya sampai saat ini belum diketahui secara pasti.

1. G e j a l a :

o Daerah perut membengkak secara abnormal

o Bola mata mulai keluar dari rongganya

o Tumor di perut biasanya dideteksi melalui operasi perut

2. Cara Pengobatan :

o Di Jepang, penyakit ini ditangani dengan cara operasi, suatu hal yang tidak mungkin dilakukan oleh penghobi koi amatir


SEKOKE (Penyakit Punggung Tenggelam)

Penyakit ini merupakan penyakit gurang gizi yang disebabkan oleh ingesti lemak yang dioksidasikan. Biasanya terjadi pada makanan Koi yang sudah rusak (terlalu lama disimpan/kadaluarsa)

1. G e j a l a :

o Punggung koi yang terpengaruh, terlihat kurus ketika daging pada kedua sirip punggung melorot

2. Cara Pengobatan :

o Pencegahan dini dengan tidak memberi makan ikan koi yang sudah kadaluarsa

o Sedapat mungkin memberi makanan koi yang mengandung vitamin E


PARALIS Tulang Belakang

Penyakit ini merupakan bentuk keracunan kimiawi, misanya pemakaian bahan campuran OrganoPhosporus yang berlebihan untuk membasmii kutu jarum atau kutu ikan.

1. G e j a l a :
o Jika otot tulang belakang terpengaruh, makan terlihat ikan koi tenggelam ke bagian bawah kolam atau berputas-putar pada saat berenang

o Bengkoknya tulang belakang, yang dapat mengakibatkan kasus yang lebih parah

2. Cara Pengobatan :

o Cara pencegahan dengan memperhatikan dosis yang benar pada saat pemberian obat kutu jarum


INSANG MEMBUSUK

Penyakit yang menyebabkan pembusukan pada insang ikan yang disebabkan oleh jamur lumut.

1. G e j a l a :

o Ikan kehilangan berat badan, kemudian mati

o Jika terlihat ikan yang mencurigakan, segera diambil dan diperiksa insangnya

o Jika insang berwarna merah keabu-abuan, banyak yang gripis, itu tandanya ikan terserang

2. Cara Pengobatan :

o Pemberian antibiotic Teramycin dengan dosis 20 gram/ton air kolam

o Penggantian air setiap hari dibarengi dengan penggantian antibiotic akan membantu mempercepat proses penyembuhan


POTBELLY (PERUT TURUN)


Potbelly disebabkan oleh hypertrophy hati. Akibat dari genetik yang kurang baik, maka menyebabkan ada koi memiliki hati yang sangat sensitive terhadap “starch” (starch adalah kandungan tertentu yang ada dalam makanan yang menjadi kunci kesehatan koi, karena berperan menentukan kadar sumber energi yang dibutuhkan oleh koi, dimana sumber energi sebenarnya untuk koi adalah glukosa (gula), bukan fatty acid (lemak)). Ada 2 macam starch; “alpha” (alpha-starch) dan “beta” (beta- starch).


penyebab potbelly :

- Genetik yang kurang baik, sehingga memiliki hati yang sangat sensitif terhadap terhadap "starch".
- Suhu air (karena bisa merubah alpha-starch menjadi beta starch kembali - khususnya untuk alpha-starch yang instan).
- Makanan yang mengandung Beta-starch, apalagi jika berlebihan.
-ikan sedang menggendong telur (betina)

pengobatan :

-dipuasakan dahulu barang 1-2 minggu, lalu diberi makanan yang mengandung kentang (ada peletnya yang sudah tersedia di pasaran ).

-sesudah normal kembali yang perlu diperhatikan adalah cara/ pola pemberian pakan dan kandungan pada pakan yang akan kita berikan selanjutnya.

atau dikasih obat

Toxilite = bisa beli di apotik2

berfungsi untuk
1.membantu metabolisme sel,terutama hati
2.Memelihara kesehatan fungsi hati
3.Antioksidan (Dapat membantu menghaluskan kulit)

BUSUK MULUT

Penyakit ini biasanya di timbulkan oleh bakteri fexibakter columnaris.

Pencegahan :
Hindari ikan dari ikan lain yang terjangkit

Tanda – tanda ;
Mulut ikan tambak putih seperti di tumbuhi jamur

Pengobatan :
GESUND blue magic sesuai dosis, pemberian GESUND biotika setelah pengobatan selesai untuk memulihkan system pencernaan.

PENYAKIT KAPAS – CATTON WOOL

Penyakit ini di timbulkan oleh jamur saprolegnia

Pencegahan ; hindari ikan dari ikan lain yang terjangkit

Tanda – tanda : munculnya serabut putih yang menempel pada tubuh ikan yang sangat menyerupai kapas.

Pengobatan :
GESUND blue magic sesuai dosis, pemberian GESUND biotika setelah pengobatan selesai untuk memulihkan system pencernaan.​
read more »

Eradica – Penghilang Planaria, Hydra, dan Threadworms

Eradica adalah obat yang bisa membunuh parasit didalam aquarium seperti planaria, cacing benang dan hydra yang sering menimbulkan ancaman bagi populasi udang atau ikan.
Eradica diformulasikan dari berbagai bentuk anti cacing yang benar-benar udang aman. Namun, spesies sensitif seperti siput akan ikut mati dalam proses pengobatan. Sebisa mungkin pindahkan siput kesayangan atau siput hias dari tank sebelum dimulai pengobatan.
read more »

Planaria

Planaria atau yang biasa disebut cacing pipih, bisa mencapai ukuran rata-rata 0,1-0,4 inci (0,3 - 1.0cm). Memiliki dua mata, kepala segitiga, dan bisa dalam berbagai warna  dan yang paling umum adalah putih atau pink. Mereka sangat ramping dan memiliki kemampuan untuk meluncur di celah-celah terkecil. Tubuh mereka juga lebar dan menarik. Jika mereka terganggu mereka akan menarik kembali tubuh mereka ke dalam lingkaran kecil dan lepas. Anda tidak dapat memotong  Planaria. Memotong Planaria sebenarnya mengubahnya menjadi dua Planaria terpisah. Satu-satunya cara untuk menghilangkan Planaria adalah membawa mereka keluar dari tank dengam ditangkap atau siphon, menggunakan bahan kimia yang aman bagi udang atau mencegah untuk tidak memberikan makanan yang berlebihan.
Planaria adalah sangat umum di Aquarium Air Tawar terutama aquarium Udang. Alasan utama muncul planaria adalah karena seringnya makanan yang berlebihan atau pemberian makanan yang over. Hobbyist A harus ingat bahwa udang tidak makan sebanyak ikan atau jenis lainnya. Anda harus memastikan bahwa udang anda memakan pakan hanya dalam 2-3 jam. Setelah siklus overfeeding akan membuat turunnya kualitas air, amonia dan nitrat juga menjadi naik, dan bahkan lebih buruk lagi adalah banyaknya makanan sisa untuk hama seperti Planaria.
read more »

Rabu, 28 November 2012

Problem yang sering muncul pada aquascape

image
Aquascape bukan saja menawarkan keindahan tapi banyak juga kendala yang muncul, misalnya : flora/fauna mati, alga menggila, keong hama dll. Sekalian jadi catatan harian, akan saya jabarkan beberapa hal yang kadang bikin aquascaper pemula jengah.
1. Ikan/udang mati. penyebabnya ada berbagai hal : parameter air ga cocok, dimakan predator, jamur dll. Parameter air ga cocok biasanya karena ga pernah diganti air. solusinya di WC (water change) sebanyak 1/3 bagian seminggu sekali, hal ini sedikit menetralkan kadar nitrat dan memperbaiki PH, Solusi lainnya dengan memperbaiki/membersihkan filtrasi. Kapas atau karbon aktif perlu diganti berkala. Kalau perlu diberi biobal sebagai tempat bakteri baik berkembang. Pernah kejadian  udang tiba-tiba banyak yang mati gara2 keburu dimasukkan saat aquascape baru disusun :mrgreen: ternyata  harusnya nunggu 2-3 hari  sampai parameter air stabil. Masalah predator juga pernah sF alami… udang hias amblas gara-gara aquascape diisi discus :-)   ha3… nah kalau mau mencampur fauna satu dengan lainnya ini harus sering2 googling.  Klo udang sih mending jangan dicampur sama ikan apapun. Ikan jinak pun pasti bakal tergiur dengan anakan udang yang berukuran beberapa mili. Selain itu keberadan ikan bikin udang sembunyi terus.  Eh ya hewan air juga bisa terkena penyakit/ jamur, solusinya ikan yang sakit kudu di isolasi dan diberi perawatan / pengobatan.
2. Tumbuhan mati . Penyebabnya juga macem2 antara lain : kekurangan/ kelebihan cahaya, kurang asupan co2 atau nutrisi, digerogoti fauna pemakan tumbuhan, dll. Pemilihan tumbuhan juga berperan penting dalam pembuatan aquascape terutama yang main di low light (0.5 watt/ liter air) tanaman berwarna merah dan ungu dijamin bakal susah hidup (melting), jadi pilihannya terbatas pada tanaman tententu saja.  Co2,cahaya serta nutrisi yang cukup sangat diperlukan dalam mempercepat pertumbungan tanaman. Saat membeli tanaman pastikan juga sudah berakar dan sudah daun air penuh (ada beberapa tanaman yang asalnya dari darat dan diadaptasikan agar dapat hidup dalam air) . Kemaren sempet beli taneman lupa ga dicek, setelah nyampe rumah baru ketahuan taneman hanya berupa pucuk tanaman tanpa akar :mrgreen: untung karena CO2 dan cahaya yang cukup akarnya sekarang sudah keluar :-) .
image
3. Serangan hama bikin tanaman mati dan merusak pemandangan. Terutama keong/siput air!  Ada 2 jenis yang hinggap di aquascape SF horn snail dan Malaysian Snail. Kedua siput ini ini bersifat hermaprodit alias berkelamin ganda. Jika ada satu saja di aquascape (ga sengaja terbawa saat beli tanaman) bisa beranak pinak ratusan ekor. Nah di aquascape discuss milik SF populasi keong ini menggila. Beberapa tanaman jadi korban pembusukan akar. Kadang juga keong ini nempel dikaca hingga merusak pemandangan. Setelah ubek-ubek di forum aquascape akhirnya nemu solusinya yakni : Keong pembunuh :-)   alias assasin snail !( pesennya di 087886608599 atau intip disini ) keong ini memangsa keong lain yang berukuran sama atau lebih kecil (semoga saja ga menjahili keong turbo dan tandukku)
image
4. Satu lagi yang paling menjengkelkan…. populasi alga yang booming.! penyebannya adalah parameter air ga pas (kebanyakan nitrat kliatannya dari kotoran discuss gedhe2 dan jarang di WC), dan suhu aquascape terlalu panas. Di aquascape discuss milik SF banyak ditemui alga pengganggu berupa lumut ijo nempel dikaca dan ujung daun ,serta alga berambut  yang nempel erat di moss. Teorinya mengatasinya sih dengan keong turbo/tanduk, udang amano, CaE/SAE(alga eater) hingga otocinclus. Sementara ini baru SF kasih 5 keong turbo dan 20 tanduk tapi alga tetap menyerang, udang amano jelas ga berani ane masukkan aquascape (bisa jadi camilan discuss entar), CAE/SAE sering ngusilin Discuss jadi ane hibahkan tetangga, ottocincluss sang pembersih alga paling wahid stoknya kosong berbulan-bulan :(   . Jadi kepikiran melenyapkan discuss yapi kok sayang yahh …
image
Itulah beberapa kendala dalam aquascape yang SF alami, tapi karena itupula ane tertantang bikin aquascape lagi. So far sih kendala diatas dapat diatasi dengan baik  pada aquarium baru :-) .  Bagi aquascaper kelas wahid biasanya punya alat pengukur untuk mengetahui parameter air yang pas buat flora dan faunanya biasanya termometer, Pengukur kadar CO2, Nitrat dan PH… klo SF sih cukup maen feeling aja. Asal tanaman tumbuh dan hewan sehat berarti dianggap pas saja lah :-) . Segala sesuatu kalau diniati dan diseriusi bisa berhasil kok
read more »

Senin, 26 November 2012

Penyakit Neon Tetra

Penyakit ini diketahui khusus menyerang ikan neon tetra dan beberapa spesies terkait lainnya. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa ikan lain imune terhadapnya. Beberapa jenis cichlid seperti manvis, dan cyprinid seperti Rasbora dan Barb, dilaporkan menjadi korban pula dari penyakit ini. 
 
Gejala
Warna ikan memucat dan disertai dengan hilangnya garis merah. Pada infeksi ringan bisa tidak menunjukkan gejala apa-apa. Sedangkan pada gejala menengah sampai parah, selain warna memucat dan kehilangan warna merah, juga sering disertai dengan timbulnya bercak-bercak putih dibawah kulit. Munculnya bercak putih menunjukkan terjadinya kerusakan pada jaringan otot ikan. 
Disamping gejala tersebut diatas ikan yang terinfeksi dapat pula menunjukkan gejala malas/lesu, kesulitan berenang, dan kehilangan berat badan (kurus).
 
Penyebab
Disebabkan oleh parasit Pleistophora hyphessobryconis. Penyebaran penyakit pada umumnya terjadi melalui spora yang terbawa oleh pakan, atau melalui bagian ikan terinfeksi yang mati dan dimakan oleh ikan yang bersangkutan.
Infeksi dapat pula dipicu oleh kondisi kualitas air yang memburuk atau tidak sesuai dengan kebutuhan neon tetra. Oleh karena itu, sebelum melakukan perlakuan apapun terhadap penyakit ini, pastikan terlebih dahulu bahwa kondisi air akuariumnya sudah ideal untuk kehidupan ikan neon tetra..
 
Gambar 1.
Pleistophora dalam Jaringan Tubuh Ikan
Gambar 2 .Spora Pleistophora
 
Setelah berada dalam usus ikan, parasit akan masuk kedalam jaringan tubuh dan menggandakan diri disana kemudian menyebar. Jaringan yang mengandung parasit akan mati, warnanya mejadi pucat kemudian berubah berwarna putih
 
Pencegahan dan Perawatan
Belum ada obat-obatan yang diketahui efektif untuk mengatasi infeksi Pleistphora. Meskipun demikian tidak ada salahnya mencoba obat-obatan yang ditawarkan di toko akuarium yang disiapkan untuk panyakit tersebut.
Percobaan pengobatan dengan menggunakan Toltrazunil diketahui cukup menjanjikan.
Pencegahan tampaknya merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk menghidar dari infeksi penyakit . Untuk itu jagalah supaya kualitas air tetap optimum dan parameternya sesuai bagi kebutuhan hidup neon tetra.
Spora pleisthopora dapat bertahan hingga beberapa bulan dalam akuarium, sehingga usaha untuk menghilangkan penyakit ikan neon tetra ini secara tuntas relatif sulit dilakukan.
read more »

Serangan Jamur Pada Telur Ikan

Telur ikan diketahui relatif rentan terhadap serangan jamur akuatik. Secara alamiah jamur ini akan menyerang telur-telur yang tidak subur (mati). Meskipun demkian, tidak tertutup kemungkian jamur ini pun akan meyebar dan menyerang telur-telur subur (sehat).
Telur dari hampir semua jenis ikan, secara umum, rentan terhadap serangan jamur. Tingkat kerentanannya bervariasi tergantung pada spesies ikannya. Beberapa diantaranya malah diketahui dapat memproduksi telur yang tahan terhadap infeksi jamur.
 
Tanda Serangan
Telur yang diserang jamur biasanya akan tampak diselimuti oleh bentukan-bentukan menyerupai benang yang dikenal sebagai hifa jamur berwarna putih. " Benang-benang" ini sampai batas tertentu dapa dilihat dengan bantuan sebuah kaca pembesar.
Pada jenis ikan yang telurnya menggerombol, seperti pada cichlid yang menempelkan telurnya pada substrat, jamur akan sangat mudah menyebar dari telur yang mati ke telur yang sehat. Kondisi demikian, pada akhirnya akan dapat menghancurkan seluruh populasi telur tersebut.
 
Gambar 1. Serangan Jamur pada Telur Manvis
 
Sering disalahartikan bahwa telur-telur yang berwarna putih atau opak adalah telur yang berjamur meskipun tidak dijumpai adanya hifa. Hal ini tentu saja tidak tepat. Pada dasarnya beberapa buah telur bisa saja berwarna putih pada saat dikeluarkan. Telur transparan yang tidak subur baru akan berubah menjadi puthih dalam waktu 24 jam, tapi jamur tidak akan segera menginfeksinya. Infeksi jamur baru akan terjadi setelah beberapa saat kemudian.
 
Penyebab
Jamur dari golongan Saproligna dan atau Achyla
 
Kontrol dan Perlakuan
Pada jenis ikan yang mengasuh anaknya, seperti cichlid, induk ikan secara teratur akan menyingkirkan telur yang mati sebelum telur-telur tersebut berjamur, dengan demikian, telur-telur lain yang subur akan dapat terjaga dari infeksi jamur. Dalam beberapa kasus, akuaris, harus ikut campur dalam menyingkirkan telur mati tersebut dengan menggunakan pipet, jarum atau pinset kecil.
Apabila telur ikan diinkubasikan secara terpisah. Maka usaha pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan perendaman jangka panjang dengan menggunakn metil biru (methylenene blue) dengan dosis 2 ppm. Pada telur-telur ikan yang memiliki masa inkubasi lebih dari 4 hari, maka pemberian metil biru perlu diulang setiap 2 atau 3 hari.
Perhatian:Metil biru dapat membahayakan filter biologi.
read more »

Argulus

Argulus atau kutu ikan merupakan parasit ikan dari golongan udang-udangan keluarga Branchira.  Parasit ini masuk ke dalam akuarium biasanya melalu pakan hidup.  Diketahui ada sekitar 30 spesies Argulus. Dua diantaranya, yang erat kaitannya dengan akuarium, adalah Argulus foliatus dan Argulus japonicus
Sifat parasitik Argulus cenderung temporer.  Mereka mancari inangnya secara acak dan dapat berpindah dengan bebas pada tubuh ikan atau bahkan meninggalkannya.  Argulus diketahui dapat berahan selama beberapa  hari diluar tubuh ikan.  
Argulus menempel pada ikan dengan menggunakan alat penghisap khusus.  Selanjutnya binatang ini akan menancapkan mulut jarumnya pada tubuh ikan untuk menyuntikan anti koagulan darah.  Baru kemudian parasit tersebut mengkonsumsi darah dari inangnya.
Argulus biasanya kawin dalam air terbuka. Argulus betina dapat menghasilkan 100 butir telur atau lebih yang ditempelkannya pada permukaan benda padat.  Telur akan menetas dalam waktu 25 hari. Masing-masing telur pada umumnya menetas pada waktu yang berbeda.  Larva Argulus dengan ukuran 0.6 mm bersifat planktonik sebelum akhirnya menyerang ikan.  Larva ini akan berganti kulit selama 8 kali sebelum mencapai dewasa dengan ukuran 3 - 3.5 mm. Hal ini berlangsung dalam waktu 5 minggu.
Tingkat serangan Argulus sangat tergantung pada ukuran ikan dan jumlah individu parasit yang menyerang.  Meskipun demikian,  sering tidak menimbulkan ancaman kematian pada ikan yang bersangkutan.  Akan tetapi luka yang ditimbulkannya dapat  menjadi rentan fterhadap serangan jamur dan bakteri. 
Pada serangan yang sangat parah ikan dapat kehilangan banyak darah, atau juga mengalami stres osmotik akibat luka-luka yang menganga sehingga tidak tertutup kemungkinan pada serangan yang sangat parah dapat menyebabkan kematian.  Argulus diketahui dapat pula menjadi vektor penyakit lainnya
 
Tanda-tanda Serangan
Argulus melukai kulit dalam rangka mendapatkan darah korbannya sehingga sering menimbulkan memar merah pada bekas "gigitannya".  Selain dengan tanda ini, kehadiran parasit itu sendiri dapat mudah dilihat dengan mata telanjang berupa mahluk transparan berbentuk bulat mendatar dengan diameter 5 - 12 mm.  Sepasang bintik mata dapat dilihat dibagian kepalanya (Gambar 1).
 
Gambar 1 . Argulus pada sirip ikan
Gambar 2
Argulus Betina (kiri), dan Jantan (kanan)
 
Ikan yang terjangkit akan menjadi gelisah, meluncur kesana kemari, atau terkadang melompat keluar dari permukaan air; serta menggosokan badannya pada dasar akuarium atau dekorasi dan benda lainnya. Serangan yang parah bisa menyebabkan ikan manjadi malas , kehilangan nafsu makan, dan warna beruabah mejadi opak sebagai akibat produksi lendir yang berlebihan. 
 
Pencegahan dan Pengobatan
Senyawa organfosforus diketahui efektif dalam menghilangkan Argulus. Alternatif lain adalah dengan perendaman jangka pendek dalam luratan standar formalin (37-47 %) sebanyak 0.125 mg/liter air selama satu jam atau dalam larutan kalium permanganat dengan dosis 10 mg/liter selama 30 menit.  Lakukan aerasi selama proses perendaman dilakukan.
Apabila parasit hanya dijumpai dalam jumlah sedikit maka pengambilan secara fisik bisa dilakukan dengan menggunakan pincet. Luka yang ditinggalkan selanjutna dibubuhi antiseptik.  Cara ini akan efektif apabila kemudian ikan dipindahkan ake tempat lain yang bebas benih Argulus.  Karenat tidak tertutup kemungkinan akuarium tempak ikan tersebut semula telah tercemar olah benih  atau larva argulus.
Lakukan karantina pada pakan hidup yang diambil langsung dari alam untuk mencegah terjangkitnya akuarium oleh Argulus.   Begitu terhadap dekorasi berupa batu potongan kayu, atau tanaman yang diambil dari perairan bebas.
read more »

Selasa, 20 November 2012

Tips singkat agar ikan hidup sehat dalam akuarium

Sampai sekarang, akuarium masih merupakan penghias ruangan yang indah dan bergengsi, apalagi bila ikan didalamnya dari jenis yang mahal. Tetapi tidak jarang ditemui akuarium yang ikannya terlihat malas bergerak, sehingga mengurangi keindahan. Bagaimana agar ikan dapat sehat, lincah dan enak ditonton ?

Pilih bibit yang sehat
Yang paling penting, belilah ikan yang sehat. Untuk ini memang diperlukan kejelian dan kesabaran tinggi. Jangan tergesa - gesa dalam membeli ikan hias, amati perilakunya dengan baik. Ciri - ciri ikan yang sehat antara lain, tubuhnya tidak cacat atau luka, warnanya cerah dan aktif bergerak. Bila perlu lakukan karantina selama 2 - 3 minggu, bila selama waktu tersebut ikan tetap sehat baru dipelihara dalam akuarium.

Perhatikan kepadatan ikan
Akuarium yang terlalu padat akan dapat menimbulkan stress pada ikan. Kepadatan ideal agar ikan hidup nyaman dihitung dengan membagi luas akuarium (dalam cm2) dengan panjang total ikan yang dipelihara. Selain itu juga dapat berpedoman pada volume air dengan perhitungan, tiap 1 cm panjang ikan memerlukan air sejumlah 1,5 cm kubik.

Beri makanan bervariasi
Selain makanan buatan, ikan perlu diberi makan makanan alami, seperti daphnia (kutu air), jentik nyamuk (cuk), cacing sutera (tubifex), dan lain - lain. Pemberian variasi makanan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan kebutuhan vitamin dan mineral pada tubuh ikan. Makanan diberikan dalam jumlah secukupnya, usahakan jangan sampai tersisa.

Jaga kualitas air
Kualitas air dapat dijaga dengan cara menggantinya secara rutin setiap 1 sampai 2 minggu sekali. Penggantian dilakukan dengan menyedot air di bagian dasar akuarium menggunakan selang plastik. Volume air yang diganti cukup setengah dari volume semula. Akan lebih baik bila air pengganti diendapkan lebih dulu sehari semalam.
Selain disebabkan kotoran ikan dan sisa makanan, penurunan kualitas air juga dapat disebabkan oleh bau - bauan, asap rokok dan semprotan - semprotan obat rumah tangga (pewangi ruangan atau insektisida).
Untuk itu, bagian atas akuarium perlu diberi penutup.
read more »

Manfaat tanaman air untuk akuarium

Selain berkesan alami dan artistik, adanya tanaman air di akuarium juga bisa memberikan manfaat besar bagi pengelolanya.

Pada mulanya orang mempunyai akuarium untuk menikmati keindahan ikannya saja. Namun akuarium yang hanya berisi ikan saja terasa kurang lengkap. Selain ikan, akauarium akan lebih sempurna jika diisi tanaman air atau benda - benda lain yang sering berada di dalam perairan.




Artistik dan bermanfaat
Semula kehadiran tanaman di dalam akuarium hanya berfungsi sebagai dekorasi saja. Ternyata adanya tanaman air memang membuat akuarium jadi lebih menarik. Lebih - lebih kalau penataannya dirancang dengan tepat, sehingga kehadirannya serasi dengan penataan lampu, pasir, dan batu - batuan penghias yang ditaruh di dalamnya.

Namun penggunaan tanaman untuk akuarium, ternyata tidak sekedar bermanfaat untuk keperluan artistik saja. Manfaatnya ternyata tidak kecil dan sangat menguntungkan. Beberapa manfaat yang menguntungkan itu menurut Drh. I Whendrato dan I.M Madyana dalam buku " Mengenal ikan hias ", sebagai berikut :

  1. Tanaman air di dalam akuarium dapat digunakan sebagai alat pemantau keadaan dan mutu air akuarium. Kalau tanamannya tumbuh sehat, berarti keadaan mutu airnya bagus sehingga ikan dapat berkembang dengan baik. Kalau tanaman mati atau merana, berarti ada sesuatu yang tidak memenuhi persyaratan sehingga kehidupan ikan pun bisa terganggu.
  2. Selain menambah keindahan, tanaman air dapat juga berfungsi untuk menyerap kotoran ikan dan kotoran lembut yang melayang - layang di air. Karena kotorannya terserap, kejernihan air akuarium bisa dipertahankan dalam jangka waktu lama. Airnya tidak cepat menghijau dan pH nya relatif stabil.
  3. Kehadiran tanaman air di akuarium dapat pula berfungsi menjaga kestabilan oksigen yang terdapat di dalamnya. Pada saat berasimilasi, tanaman akan menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen yang berguna untuk kehidupan ikan. Dengan demikian ikan di dalam akuarium bisa hidup lebih nyaman.
  4. Tanaman air merupakan tempat persembunyian ikan - ikan kecil dari kejaran ikan besar, dan juga tempat berlindung paling ideal bagi ikan dari sengatan sinar yang terlalu tajam, kalau lampunya terlalu panas.
  5. Akuarium yang ada tanaman airnya berkesan alami. Di sela - sela tanaman air itu lah ikan dapat mencari makanan tambahan berupa ganggang yang menempel pada tanaman. Tanaman itu juga dapat digunakan sebagai tempat menaruh telur, kalau ikannya berpijah.
Pemilihan tanaman sebaiknya disesuaikan dengan ukuran akuarium dan ikan yang dipelihara di dalamnya. Penempatannya pun harus tepat dan diperhitungkan sebaik mungkin, agar bisa memberikan manfaat yang maksimal baik sebagai hiasan maupun dalam pengelolaan akuariumnya.
read more »

Resirkulasi untuk Akuarium

Agar air akuarium tahan lama dan tetap bersih, jernih, dan tidak perlu sering diganti, bisa dipakai teknik " Double Bottom ". Apa yang dimaksud teknik ini ?



Air akuarium yang penuh dengan kotoran, jelas tidak baik untuk kehidupan ikan, karena rendah mutunya sebagai lingkungan hidup. Ia perlu diganti dengan air baru yang bersih, agar ikan tetap sehat dan tidak mudah terkena penyakit.

Bisa stress
Umumnya penggantian air dalam akuarium dilakukan oleh para akuaris 1 - 2 kali dalam seminggu. Dan penggantian ini perlu semakin sering, kalau ikan penghuni akuariumnya semakin padat, karena kotoran yang mengumpul di dasar akuarium pun semakin bertambah banyak.
Repotnya, penggantian air yang terlalu sering justru bisa berpengaruh buruk pada ikan itu sendiri. Kehidupannya terganggu, tidak tenang, bahkan menderita stress. Nafsu makannya menurun dan ikan mudah terserang penyakit.

Bagaimana mengatasinya
Terlalu sering mengganti air akuarium juga merepotkan, karena menambah beban kerja. Untuk mengatasinya, dapat digunakan cara " Double Bottom " dalam akuarium. Cara ini juga melibatkan resirkulasi (daur ulang) air, yang menjaga agar air akuarium tetap jernih dan bersih dalam waktu yang lama.
Prinsip kerja double bottom ialah penyaringan air kotor yang disaring oleh lapisan khusus di dasar akuarium. Lapisan ini selain menyerap kotoran, juga bibit penyakit. Karena merupakan dasar kedua akuarium, maka cara ini disebut " Second Bottom ".

Bahan dan cara membuatnya
Untuk membuat double bottom dalam akuarium diperlukan pipa pralon atau kayu untuk pondasi dasar (ukurannya disesuaikan dengan lebar dan panjang akuarium), plastik gelombang atau plastik atap (dilubangi setiap jarak 3 cm), karet busa setebal 1 - 2 cm, pasir, arang/karbon aktif, zeolit, dan batu hias akuarium sebagai penutup pasir.
Besar kecilnya bahan disesuaikan dengan ukuran akuarium.
Arang/karbon aktif yang dipakai sebaiknya arang dari tempurung kelapa, karena kemampuannya menyerap amoniak dan chlor yang bersifat meracuni ikan cukup besar.
Karet busa dipakai untuk menyerap kotoran, sisa - sisa makanan dan bibit penyakit yang terdapat di dalam air.
Pasir dan batu - batuan lainnya sebelum dipakai, telah dicuci bersih dan dijemur kering dahulu, agar bebas dari benih penyakit. Bahan itu disusun seperti terlihat pada gambar di atas.

Air kotor akan meresap ke bawah melalui sela - sela/rongga batu, lalu kotorannya akan disaring oleh lapisan arang pasir dan karet busa yang terdapat di bawahnya. Air yang telah tersaring itu akan masuk ke ruang bawah (antara dasar akuarium dengan lapisan penyaring) melalui lubang plastik gelombang. Kemudian air itu akan tersalur keluar lagi melalui pipa pralon dengan bantuan tekanan aerator (pompa udara), yang ujung selangnya  dipasang di dalam pipa pralon. Daya hisap yang timbul akan menarik air ke atas. Air yang balik kembali ke akuarium adalah air yang telah bersih dan mengandung oksigen tambahan pula, karena hasil pemompaan udara.
Dengan cara itu air akuarium dapat bertahan 4 - 5 bulan, tanpa diganti. Selain tetap jernih dan bersih, keuntungan lainnya, kehidupan ikan akan lebih tenang, karena tidak terganggu oleh pergantian air yang terlalu sering.
read more »

4 Faktor Utama Dalam Keseimbangan Aquascape

Keseimbangan Aquascape

Keseimbangan merupakan kata kunci pada setiap tank, dalam hal ini, pada ekosistem tertutup yang terjadi pada sebuah planted tank, atau pun aquascape. Untuk membuat sebuah keseimbangan yang tepat, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga, dapat dikatakan cukup banyak yang menyerah dalam membuat atau pun mempertahankan sebuah keseimbangan.

Keseimbangan di sini, terbagi menjadi dua aliran, yakni low tech (yang merupakan hasil adaptasi dari konsep yang dikembangkan oleh Diana Walstad) dan high tech (berisikan peralatan yang lengkap). Kedua aliran tersebut membutuhkan sebuah keseimbangan yang pas, baik secara ekosistem, maupun 'suntikan' CO2, nutrient, atau pun lighting yang seimbang.

Ya, dalam keseimbangan di sini, dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:
  1. Lighting
  2. CO2
  3. Nutrient
  4. Filtration & Water Flow Rate
Ketiga faktor utama di atas, memiliki perannya masing-masing dalam menunjang sebuah ekosistem, baik itu secara langsung, maupun tidak langsung. Mengapa tidak langsung? Karena setiap faktor memiliki peranannya tersendiri yang secara otomatis membantu terbentuknya ekosistem itu sendiri, dimulai dari pembentukan bakteri, hingga terjadinya proses reduksi.

Kembali pada point utama mengenai keseimbangan, ketiga faktor tersebut harus dapat diseimbangkan antara satu dengan yang lainnya, misalnya : apabila anda menginginkan kecepatan yang signifikan untuk pertumbuhan tanaman, maka ketiga faktor tersebut harus diberikan dalam kuantitas dan kadar yang tinggi, dan begitu juga sebaliknya. Mengapa demikian? karena, apabila terjadi ketidakseimbangan, maka akan terjadi algae bloom, yang mana, mungkin akan mengganggu proses fotosintesis, atau pun hal lainnya yang dapat mengganggu ekosistem.

Lalu, mengenai faktor tambahan, yakni Filter dan arus air. 
Filter sangatlah berperan untuk membantu terbentuknya koloni bakteri yang sangat berperan dalam terbentuknya ekosistem, sedangkan arus air digunakan untuk membantu pertumbuhan akar yang lebih kuat, proses pelarutan CO2 serta pemerataan CO2 ke seluruh bagian tank, pemerataan nutrisi baik yang diberikan secara langsung, atau pun yang terbentuk dari hasil proses nitrifikasi atau pun reduksi, serta pembentukan surface aggitation yang mencegah terbentuknya koloni bakteri yang berupa lapisan protein, sehingga memperlancar terjadinya proses pertukaran udara dalam air.

Untuk mencapai sebuah keseimbangan pada sebuah tank, diperlukan trial & error hingga berhasil. Semua rumus atau pun aturan, dibuat hanya untuk dijadikan tolak ukur saja, bukan aturan permanen yang harus ditepati dan dipatuhi. Tapi bukan berarti anda dapat terus menerus melanggar atau pun mengubah konsep atau aturan yang ada, karena setiap tanaman, ekosistem, dll, pasti ada batasnya.

Suhu / Temperatur


Walaupun terlihat sepele, namun tidaklah demikian. Temperatur sangat berperan penting dalam aquascape, terutama pengaruh pada tanaman dan bacteria cycle. Pada suhu rendah <25 C, CO2 lebih mudah larut, namun sebaliknya, NH3 cenderung mengendap di dasar yang dapat mengakibatkan berbagai macam algae, sedangkan pada suhu tinggi >28 C, O2 lebih mudah larut, NH3 dapat cycling dengan sempurna oleh bakteri, namun tanaman memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi. Sehingga dibutuhkan faktor pendukung yang lebih.
Lalu, bagaimana agar bisa saling bekerjasama? beberapa merk termometer, menandai produk mereka bahwa 26-28 C merupakan suhu yang ideal, hal tersebut dapat dikatakan benar adanya, karena selain tanaman dapat tumbuh dengan optimal, keseluruhan ekosistem pun tidak terganggu.
read more »

4 Teknik Pengolahan Air Aquarium

Pengolahan air aquarium

Ini menyangkut pengolahan air baik diluar atapun di dalam aquariumPrinsipnya, pengolahan air biasanya meliputi proses antara lain:

1. COAGULATION 

proses kimia untuk mengikat berbagai partikel padat (suspended solid) dalam air. Biasanya diaplikasikan hanya untuk air dengan tingkat kesadahan tinggi). Coagulation (proses kimia dengan menambah ALUM - Aluminum Sulfate, Al2(SO4)3 - atau sering disebut TAWAS), mengaduk air dengan kencang, untuk mereaksikan tawas dengan alkalinitas air, akan menghasilkan guimpalan-gumpalan akibat reaksi kimia tawas dengan berbagai partikel padat dalam air (alkalinitas), yang 
tenggelam di dalam air. Air yang di atas dipisahkan dari gumpalan-gumpalan ini. Proses koagulasi ini sekalgius meningkatkan keasaman (menurunkan pH).

2. SEDIMENTASI

Menggunakan grafitasi untuk menarik partikel padat air menuju dasar wadah / tandon. Air didiamkan selama semalam tanpa ada gerakan. Kotorannya akan berkumpul di dasar tandon.
Setelah sedimentasi, jika perlu menaikkan pH (akibat coagulasi), bisa digunakan 
Ca(OH)2.

3. AERASI

Prinsip aerasi adalah memberi kontak udara terhadap permukaan badan air. Termasuk tujuan terpenting aerasi adalah oksigenasi (meningkatkan DO - dissolved oxygen - dalam air).
Teknik-teknisk aerasi antara lain :
  • Aerasi difusi : menghembuskan gelembung ke dalam air (umum untuk akuarium)
  • Aerasi semprot : air di semprotkan ke udara 
  • Aerasi wadah bertingkat : air terjun dari satu wadah ke wadah lebih rendah menghasilkan air terjun (digunakan di tempat jualan ikan di supermarket)
  • Aerasi banyak permukaan : air mengalir pada permukaan terbuka yang lebar dan kedalaman air nya tipis saja (perlu ruang banyak, bayangkan waterboom)
  • Aerasi pemencaran jalan air : jika air dipompakan ke kolam, sebelum mencapai 
permukaan badan air, dihambat oleh sebuah halangan sehingga airnya terpencar-pencar, untuk meningkatkan jumlah kontak udara dengan badan air.

4. FILTRASI. ADSORBSI, dan ABSORBSI

Filtrasi berarti menghambat jalannya kotoran supaya tidak ikut badan air. Ini misalnya dengan sand-filter atau kain filter yang biasa. Selain sekedar menghambat seperti pasir atau kain filter, material filter juga dipilih yang memiliki kemampuan adsorbsi dan absorbsi.
Adsorbsi adalah menempelkan (adhesivitas) kotoran pada permukaan material (karbon aktif). Disebut karbon aktif, karena bisa dibersihkan, sehingga aktif kembali. Karbon aktif bersifat padat (massive, tidak poros), kotoran hanya menempel di permukaan. Dengan dibersihkan dan dijemur, sudah bisa dipakai lagi. Absorbsi adalah menyerap kotoran ke dalam tubuh material filter (porositas, berpori), misalnya batu apung atau zeolite. 


Ada beberapa teknik lain, tapi yang diatas adalah yang umum utuk pengolahan air. Kalau ditanya mana yang paling efektif dan murah, semua harus disesuaikan 
kebutuhan dan kondisi yang dihadapi.
read more »

5 Hal Yang Membuat PH Tester Tidak Akurat




Banyak aquascaper masih bingung tentang bagaiamana cara untuk mengukur CO2 yang kebanyakan informasi adalah mengunakan ppm.


PH tester adalah alat untuk mengukur kadar CO2 di dalam aquarium. Cara termudah untuk mengukur apakah cukup atau tidak cukupnya co2 di dalam aquarium tersebut adalah mengunakan ph tester tapi, ph tester tidak dapat di jadikan untuk patokan cukupnya CO2 yang ada di dalam aquarium tersebut bila ;


  1. aquarium yang sudah lebih dari 1 bulan tidak ada pengantian air.
  2. aquarium yang sangat penuh dengan ikan.
  3. air aquarium yang keruh dengan sisahan makanan ikan.
  4. air yang bau busuk gara2 banyakan kematian.
  5. air yang tercemar dengan bahan2 kimia seperti obatan ikan dan obat pembunuh lumut sekelasnya.
Pengukuran akan sangat akurat 30 menit setelah pengantian air dan maximal sampai 1 minggu setelah pengantian air/ pembersian aquarium.


Catatan Tambahan
  • ph yang sangat ideal untuk aquarium aquascape adalah ph 5.5 - 6.8. 
  • CO2 buble counter is a must! BPS ( buble per second ) 
  • semua macam CO2 difuser bisa di pakai untuk aquarium yang berukuran 1lt - 250 liter air
  • volume air di atas 300 liter sebaiknya mengunakan CO2 reactor
  • drop checker bisa di gunakan ( warna hijau kekuningan ) tetapi, sebaiknya lebih akurat mengunakan ph tester.
read more »

Material dan Panduan Aquascaping untuk Pemula


Peralatan Wajib Aquascape
  1. Aquarium
  2. Filter
  3. Lampu
  4. Substrate
Jika Ada Lebih dan Mendapatkan Hasil Yang Lebih Advance
  1. CO2 : tabung / DIY, Diffuser atau reactor, selang CO2, bubble counter
  2. Pupuk : pupuk dasar dan/atau pupuk cair
  3. Lampu highlight dengan spectrum cahaya yang cocok
  4. Timer listrik
  5. Pendingin (fan / chiller)
Untuk Hasil yang Lebih Optimal atau Aquarium High Tech
  1. Filter / powerhead tambahan dengan media yang lebih advanced
  2. pH controller
  3. Solenoid needle valve regulator untuk CO2
  4. Pupuk dasar dan pupuk cair sudah suatu keharusan, lebih keren lagi kalo menggunakan auto dosing pump
  5. Sumber air yang soft, misalnya Reverse Osmosis filtration kecuali memang sudah punya air hibahan surga
  6. Sudah pasti Chiller, atau malah heater....

Pembahasan Lebih Detail
  1. Aquarium
    Aquarium untuk aquascape memerlukan spesifikasi yang lebih "advanced" dibandingkan dengan untuk memelihara ikan biasa. Contohnya : kaca yang digunakan harus lebih tebal, pengeleman harus lebih rapi dan kuat, dan lainnya.

    Mengapa ?
    Karena isinya BERAT BANGET, selain pasir silica/soil yang digunakan, pemain aquascape biasanya juga menambahkan batu dan kayu yang beratnya bisa mencapai puluhan kilogram. Tentunya karena ini tekanan terhadap aquarium yang digunakan menjadi lebih besar.
    Ada kalkulator khusus untuk menghitung tingkat keamanan aquarium. Link nya akan saya posting belakangan. Jadi, jangan sampai udah buat aquascape cape-cape, eh pas udah mau jadi malah jebol karena tidak kuat menahan tekanannya.
    Buatlah aquarium dengan volume paling besar yang dapat dibeli dengan budget anda. Ada keuntungan yang didapatkan dengan memiliki aquarium besar, seperti : ekosistem yang stabil lebih cepat terbentuk, juga irit biaya : karena pada nantinya, pasti aquascaper akan menginginkan aquarium yang lebih besar. Jadi daripada beli 2 kali, mendingan beli yang gede aja sekalian.
  2. Filter
    Sebelumnya (baca: Sirkulasi Nitrogen). Filter adalah kunci utama kejernihan aquarium dan kestabilan ekosistem di dalam aquarium kita.

    FUNGSI FILTER 
    1. Filter Mekanis
      Hampir semua jenis filter yang digunakan berfungsi sebagai filter mekanis, yakni bertujuan untuk menyaring atau menangkap kotoran-kotoran yang mengalir melalui media filter. Semakin 'rapat' media filter, misalnya filter wool, semakin banyak kotoran yang dapat disaring, termasuk kotoran yang berbentuk halus. Namun konsekuensinya, media filter tersebut cepat tersumbat (ditandai dengan semakin perlahannya arus air). Jadi, media filter harus dibersihkan secara teratur agar fungsi filter tetap bekerja dengan baik.
    2. Filter Biologis
      Dengan filter biologis berarti kita menyediakan tempat bagi pertumbuhan bakteri untuk mengurai amonia dan nitrit yang berbahaya bagi kehidupan ikan menjadi nitrat yang lebih tidak berbahaya. Bakteri pengurai tersebut sebenarnya juga tumbuh di dalam aquarium, seperti di pasir, batu-batuan, dan bahkan tanaman air. Akan tetapi jumlah ini tidak cukup untuk mengurai amonia dan ditrit yang terbentuk di dalam aquarium. Oleh karena itu harus disediakan tempat yang lebih besar bagi pertumbuhannya, yakni di dalam media filter.
      Mengingat bakteri pengurai tersebut membutuhkan banyak oksigen untuk kehidupan dan pertumbuhannya, maka tersedianya oksigen sepanjang waktu adalah mutlak. Hal ini dapat tercapai bila :
      • Arus air yang melalui media filter cukup kuat, sehingga oksigen dapat berjumlah banyak.
      • Menggunakan media filter yang banyak rongga dan tidak cepat tersumbat, misalnya bioball
    3. Filter Kimiawi
      Filter ini fungsi utamanya bukan untuk menyaring kotoran, tetapi untuk membuat kualitas air aquarium menjadi seperti yang kita inginkan.
      Contoh media filter kimiawi :
      • Karbon aktif
      • Peat (humus)
      • Ion Exchange Resin (IER)
      • Reverse Osmosis
      • Ultra Violet
      • Manganese Green Sand
      • Pasir Aktif
      • Zeolit
      • Dan lainnya
  3. Lampu
    Sebagaimana di alam, tanaman membutuhkan sumber cahaya untuk tumbuh. Di dalam sebuah setup aquascape, lampu digunakan sebagai sumber cahaya yang lebih terkendali dibandingkan dengan matahari di alam aslinya.
    Cahaya dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesa, sebuah proses yang vital, yang membuat tanaman membuat energi yang kemudian disimpan dan digunakan untuk tumbuh. tanpa cahaya yang cukup, proses fotosintesa akan melemah dan kesehatan tanaman berkurang. Dengan menyediakan cahaya yang cukup, dikombinasikan dengan faktor-faktor lingkungan lainnya, tanaman dapat melakukan proses ini di taraf yang optimal.
    Pembahasan lebih detail mengenai pencahayaan. (Baca: Pencahayaan Pada Aquascape)

  4. Substrate
    Tanaman menggunakan substrate bukan hanya untuk tempat untuk berakar, tetapi juga sebagai sumber nutrisi, dan untuk beberapa tanaman, adalah tempat untuk bereproduksi. Kesulitan yang ditemui saat bercocok tanam seringkali disebabkan oleh ketidak cocokan substrate.
    Pasir / kerikil bersih dan bersifat inert (tidak menimbulkan reaksi kimia) dapat membuat media yang cukup baik bagi tanaman untuk tumbuh. Ukuran substrate yang salah dapat mengakibatkan masalah pada pertumbuhan tanaman. Ukuran partikel yang terlalu besar dapat melepaskan pupuk yang sudah kita berikan di dalamnya. Bila substrate terlalu halus, dapat memadat dan memberhentikan pergerakan oksigen dan nutrisi, yang mengakibatkan kerusakan pada struktur akar. Ukuran substrate yang cocok bagi aquarium adalah 1-3mm dan bentuknya membulat.
    Ketebalan substrate juga berbeda bagi setiap jenis tanaman. Spesies seperti Echinodorus dan beberapa jenis Cryptocoryne, membutuhkan substrate yang cukup dalam untuk memberikan keleluasaan bagi pertumbuhan akar. Lebih lengkap tentang substtrate (Baca: Apa Itu Substrate)
    Catatan Tambahan
    Fotosintesa dan kaitannya dengan CO2, Nutrisi, dan Lampu

    Fungsi unik yang dimiliki oleh tumbuhan adalah kemampuannya untuk mengambil energi dari cahaya, CO2, dan air, menggunakan proses yang disebut fotosintesa. 

    Sel-sel fotosintesa yang berada di serat daun dan batang mengandung pigmen-pigmen yang menjerat energi cahaya untuk memecah struktur molekul air (H2O) menjadi hidrogen dan oksigen. Hidrogen kemudian mengikat carbon dioxida (CO2) dan oksigen (O2) untuk membentuk glukosa (zat gula) sebagai sumber penting dari energi. Oksigen yang merupakan sisa dari pembakaran ini, kemudian dilepas ke dalam air, di mana kemudian digunakan oleh bakteri dan hewan lain, atau kemudian dilepaskan ke permukaan air. Hasil dari fotosintesa ini kemudian disimpan di berbagai bagian dari tanaman, seperti di akar bagian atas. Beberapa tanaman dapat menempatkan zat ini dalam jumlah yang besar di struktur akar yang berbeda. Contohnya, banana plant (Nymphoids aquatica) yang menghasilkan beberapa akar yang berbentuk "pisang" untuk menyimpan zat ini dan nutrisi lainnya. Banyak tanaman yang menyimpan glukosa dan nutrisi ini di rhizomes, bulbs, dan tubers untuk kemudian dapat disalurkan kembali ke bagian-bagian tanaman lain bila dibutuhkan.
read more »

Jumat, 16 November 2012

BUDIDAYA IKAN Neon Tetra (Paracheirodon innesi)



Neon tetra (Paracheirodon innesi) merupakan jenis ikan hias air tawar yang termasuk keluarga characin (famili Characidae, ordo Characi formes). Jenis tetra dari genus Paracheirodon merupakan ikan-ikan asli perairan Amerika Selatan. Warnanya yang cerah membuat jenis ikan ini dapat terlihat pada perairan sungai pedalaman yang gelap dan hal ini merupakan salah satu sebab populernya jenis ikan ini sebagai ikan hias. Neon tetra memiliki warna yang cerah, terdapat garis horizontal berwama biru-hijau sepanjang kedua sisi ikan mulai dari hidung hingga bagian depan ekor dan warna kemerah-merahan sepanjang setengah bagian posterior bawah tubuh. Pada malam hari warna tubuhnya akan menghilang selama ikan beristirahat dan akan muncul kembali ketika ikan aktif pada pagi harinya. Neon tetra dapat tumbuh hingga 4 cm. Ikan betina memiliki perut yang sedikit agak besar dibanding ikan jantan. Ikan neon tetra merupakan salah satu jenis ikan akuarium yang sangat dikenal dan telah dibudidayakan dalam jumlah yang besar. Jenis neon tetra lain yang terkenal adalah green neon tetra (Paracheirodon simulans) dan Black neon tetra merupakan spesies tersendiri, bahkan jenis ikan yang terakhir berasal dari genus yang berbeda. Ikan Cardinal Tetra atau biasa disebut dengan red neon memiliki kemiripan dengan neon tetra dan seringkali dianggap sebagai neon tetra sejati. Jenis tetra ini berbeda dengan neon tetra sejati dilihat dari garis lateral berwama merah sepanjang tubuhnya. Sinonim neon tetra atau Paracheirodon innesi adalah Hyphessobrycon innesi. Meskipun neon tetra dapat beradaptasi dengan baik terhadap perubahan-perubahan kondisi air, di alam ikan ini mendiami perairan yang sedikit asam (pH agak rendah), kesadahan rendah, dan suhu antara 20 - 26 °C. Ikan neon tetra dapat hidup hingga lima tahun. Ikan neon tetra sangat mudah dipelihara di akuarium dengan air yang memiliki pH sekitar 5,0 - 7,0 dan kesadahan 1,0 - 2,0. Karena ukurannya yang kecil, sebaiknya ikan ini tidak dipelihara bersama dengan ikan yang berukuran besar atau ikan yang agresif. Ikan ini dapat dipelihara bersama dengan jenis tetra lainnya seperti rummy-nose tetra, cardinal tetra atau jenis ikan lainnya. Neon tetra bersifat omnivora dan menyukai makanan berupa flake food, udang-udang kecil, daphnia, cacing darah beku, tubifex atau pelet berukuran kecil.Untuk membudidayakan neon tetra, tempatkan sepasang ikan di bak pemijahan yang gelap. Intensitas cahaya kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap hingga pemijahan terjadi. Selama proses perkawinan ini, ikan dapat diberi pakan berupa larva nyamuk. Karena induk ikan sering memakan anak ikan yang baru menetas, maka sebaiknya induk ikan ini dipindahkan setelah mereka memijah. Telur kemudian akan menetas setelah 30 jam.
Penyakit Neon Tetra
Penyakit ini diketahui khusus menyerang ikan neon tetra dan beberapa spesies terkait lainnya. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa ikan lain kebal terhadapnya. Beberapa jenis cichlid seperti manvis, dan cyprinid seperti Rasbora dan Barb, dilaporkan menjadi korban puIa dari penyakit ini.
Gejala
Warna ikan memucat dan disertai dengan hilangnya garis merah. Pada infeksi ringan bisa tidak menunjukkan gejala apa-apa. Sedangkan pada gejala menengah sampai parah, selain warna memucat dan kehilangan warna merah, juga sering disertai dengan timbulnya bercak-bercak putih dibawah kulit. Munculnya bercak putih menunjukkan terjadinya kerusakan pada jaringan otot ikan. Disamping gejala tersebut diatas ikan yang terinfeksi dapat pula menunjukkan gejala malas/lesu, kesulitan berenang, dan kehilangan berat badan (kurus).
Penyebab.
Disebabkan oleh parasit Pleistophora hyphessobryconis. Penyebaran penyakit pada umumnya terjadi melalui spora yang terbawa oleh pakan, atau melalui bagian ikan terinfeksi yang mati dan dimakan oleh ikan yang bersangkutan.
Infeksi dapat pula dipicu oleh kondisi kualitas air yang memburuk atau tidak sesuai dengan kebutuhan neon tetra. Oleh karena itu, sebelum melakukan perlakuan apapun terhadap penyakit ini, pastikan terlebih dahulu bahwa kondisi air akuariumnya sudah ideal untuk kehidupan ikan neon tetra.
Setelah berada dalam usus ikan, parasit akan masuk kedalam jaringan tubuh dan menggandakan diri disana kemudian menyebar. Jaringan yang mengandung parasit akan mati, warnanya menjadi pucat kemudian berubah berwarna putih.
Pencegahan dan Perawatan
Belum ada obat-obatan yang diketahui efektif untuk mengatasi infeksi Pleistophora. Meskipun demikian tidak ada salahnya mencoba obat-obatan yang ditawarkan di toko akuarium yang disiapkan untuk penyakit tersebut, Percobaan pengobatan dengan menggunakan Toltrazunil diketahui cukup menjanjikan. Pencegahan tampaknya merupakan hal yang sangat dianjurkan untuk menghidar dari infeksi penyakit . Untuk itu jagalah supaya kualitas air tetap optimum dan parameternya sesuai bagi kebutuhan hidup neon tetra.
read more »